Awas Palsu!!!

2650sertifikat-(butil)-axl-1.jpgWaspada ban dalam butil alias ban dalam dengan karet sintetis beredar palsunya di pasaran. Memang, butil palsu enggak menggunakan merek aslinya. Labelnya butil palsu pakai merek lain dengan ciri dasar seperti ban butil.

Ban dalam butil punya ciri yang enggak bisa dihilangkan. Kode ini jadi standar internasional untuk ban dalam sintetis. “Ada garis warna biru yang melingar seukuran lingkar ban dalam. Enggak bisa ditiadakan ciri ini,” bilang Dodiyanto dari Technical Support PT Gajah Tunggal, produsen ban IRC, Tangerang, Banten.

Ada dua merek ban dalam sintetis yang diproduksi di Indonesia, Swallow dan FDR. FDR merek aftermarket PT Suryaraya Rubberindo Industries (SRI) yang juga produsen ban Federal untuk motor Honda. “Di pasaran sendiri sudah jarang ban butil. Tapi, beberapa merek menggunakan ciri ban butil. Sampai pedagang pun bilang ban butil,” kata Riza dari Sales-1 Sub Dept. Head SRI, Cileungsi, Bogor.

Buat yang paham dengan kelebihan ban butil bisa kecele sama ban dalam butil palsu. Memang, ban dalam sintetis jauh lebih memudahkan konsumen. “Enggak perlu sering ngisi angin karena butil bisa mempertahankan temperatur luar. Meski motor nggak dipakai selama tiga hari, tekanan angin enggak berkurang,” bilang Teddy, Marketing Director CV. Kurnia Lestari, distributor utama Jakarta dan sekitarnya untuk Swallow.

Informasi yang lengkap soal ban dalam karet sintetis akan terjebak kalau enggak tahu palsunya. Banyak tuh ban dalam dengan garis biru, tapi sebenarnya bukan karet sintetis. Ada lagi yang terdapat di ban dalam butil seperti garis sambungannya sangat tipis dan rapi. “Tapi, ada ciri paling jelas dari baunya. Sangat menyengat dan tajam,” bilang Riza lagi.

Bau karet ban dalam butil dan natural sama. Maksudnya, sama-sama aroma karet. Kalau butil aspal seperti bau karet gelang yang dibakar. “Terus, ban dalam butil lebih tipis dibanding yang natural. Kalau dapat yang tebal, itu butil palsu,” ujar Riza yang memang ahlinya butil dari SRI.

Parahnya lagi butil aspal punya harga yang sama. Dari banderol, konsumen bisa terkecoh. Padahal, aslinya nggak bakal bisa harga butil sama dengan natural karena proses produksinya jauh lebih rumit dan juga mahal.

sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: